Marco kemudian tersenyum dan mendekat ke arah Letta setelah itu memeluknya dari belakang mengambil alih siraman tanaman tersebut dan mematikannya sebelum akhirnya melepaskannya sembarang tempat "Sudahlah jangan marah seperti itu jika kau terus menampilkan wajah seperti ini aku benar-benar bisa memakanmu Kapan saja “ Ucap Marco membuat Letta hendak kembali menjawab namun Marco Langsung meletakkan jari telunjuknya tepat di bibir lembut istri nya tersebut " tidak ada bantahan aku benar-benar tidak berniat sedikitpun untuk menghina kue mu,aku hanya khawatir saja jika kau turun ke dapur mungkin saja kau bisa terluka “ ucap Marco akhirnya membuat Letta menghelan nafas panjangnya "memang aku harus turun ke dapur sebagai seorang wanita seorang ibu nantinya Tentu saja aku harus memberikan makana

