Letta benar-benar menumpahkam semua rasa takut, kesedihan di dalam pelukan Sean yang kini memeluknya dengan erat dan juga elusan punggungnya yang seolah menenangkannya membuat Letta semakin terisak, selama ini Letta tidak pernah bisa mengekspresikan apapun rasa sakit yang dia rasakan pada seseorang dan Pelukan Sean seolah memberikan Letta sesuatu yang selama ini dia butuhkan, seseorang yang bisa mendengarkannya dan seseorang yang bisa berbagi rasa dengannya membuat Letta benar-benar menangis tersedu, ketika pelukan tersebut tiba-tiba saja terurai ketika Letta bisa melihat bagaimana seseorang yang menarik tubuh Sean dengan cukup kuat dan menjatuhkannya ke atas tembok yang dipenuhi dengan kerikil dan detik berikutnya dengan mata yang mengabur akibat air mata Letta bisa melihat jelas Bagaiman

