21. TERTANGKAP

1170 Kata

Yuki mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia menatap kedua temannya dengan pandangan buram karena kepalanya masih terasa sangat pusing. Perlahan, Yuki berusaha berbaring. “Pelan-pelan.” Frysca berujar cepat saat melihat Yuki bergerak bangun. “Ambilkan minum,” pinta Frysca kepada Elyn yang duduk tak jauh darinya. Elyn segera mengambilkan air, lalu memberikannya kepada Frysca yang dengan sigap Frysca meminumkan air itu kepada Yuki. “Olena sudah menjelaskan semuanya.” Elyn berkata saat Yuki sudah menenggak habis minumannya. Ia berjalan mendekat dan memilih duduk di samping Frysca. “Di mana Olena?” tanya Yuki dengan nada lemah. Sejak ia bangun, Yuki tak melihat Olena sama sekali di ruangan itu. Frysca tersenyum. Ia menepuk pundak Yuki pelan. “Tenanglah. Dia sedang dirawat di ruang sebelah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN