24. LOOKING FOR

1023 Kata

Kegelisahan itu tersirat jelas di wajah cantiknya. Memikirkan adiknya yang terus menangis saat meneleponnya, membuat kegusarannya sepertinya menular kepada pria kecil yang sedang bermain dengan pesawat yang baru saja dibelikan Avel. “Mommy, are you alright?” Vanya mengusap air matanya cepat. Ia menatap sang putra dengan lembut. Ia tersenyum kecil. “Mommy baik-baik saja, Sayang.” “But, why…” Laxy mengusap air mata Vanya yang tersisa. “Your tears make me feel hurt, Mom.” Pelukan erat yang tiba-tiba membuat Laxy sadar bahwa Mommy-nya sedang tidak baik-baik saja. “Apa kau ingin bertemu dengan Grandpa dan Grandma, Honey?” Sejenak, Laxy mengerutkan keningnya. Vanya melepaskan pelukannya. Ia menatap Laxy dengan sendu. Dia tidak pernah memperkenalkan Laxy kepada orangtuanya. Apakah mereka a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN