25. TORTURE

1133 Kata

Keduanya berjalan menelusuri taman yang penuh dengan orang-orang bersantai dan berjalan-jalan sore ini bersama keluarga. Kedua tangan yang berbeda ukuran itu saling menggenggam satu sama lain. Jari lentik Vanya menangkup jemari mungil Laxy. Mereka memilih duduk di tempat yang tak jauh dari taman bermain dengan berbagai macam permainan anak kecil. “Kau ingin bermain, Sayang?” Gelengan Laxy dan wajah muramnya membuat Vanya bingung karena sebelumnya Laxy baik-baik saja saat tahu dirinya akan menaiki Scaff. Namun, kenapa wajahnya mendadak murung? Vanya menelaah pikirannya karena gumaman Laxy terdengar menyakitkan relung hatinya. “Laxy ingin seperti anak itu, Mom.” Laxy menunjuk seorang anak laki-laki berusia di bawah Laxy sedang bermain bersama ayah dan ibunya. “Bermain dengan kedua orangtu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN