Halley melangkah gontai menuju markas tempat anak buahnya yang tengah menunggu. Namun, ketika sampai di markas, ia berjalan angkuh dengan tatapan tajam dan dagu terangkat. Ia duduk di kursi kebesarannya, lalu menatap ke tujuh anak buahnya yang tertunduk. “Bodoh! Kalian benar-benar bodoh! Menculik satu orang perempuan saja kalian tidak bisa, hah?” Halley melangkah mendekat kemudian menerjang salah satu anak buahnya hingga jatuh tersungkur. “Ma … maafkan kami, Bos.” Salah seorang anak buahnya dengan badan besar dan tinggi menunduk dalam karena takut akan kemarahan bos mereka. Halley menatap Ofrel tajam. “Apa kalian hanya bisa meminta maaf, hah?” Ia kembali berteriak. “Kureas, Haden, dan Max mati mengenaskan tanpa kita tahu siapa yang sudah menculik perempuan itu! Aku ingin kalian mencari

