11. RAHASIA

1289 Kata

Vanya menatap Avel yang kini terbaring sambil memeluk perutnya. Ia tidak tahu kenapa Avel masih begitu bertahta di hatinya. Padahal, pria itu sudah jelas-jelas menyakitinya luar-dalam. Walau begitu, semuanya bermula karena kesalahannya sendiri. Vanya tidak akan menyangkalnya sama sekali. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu mencoba duduk di tepi ranjang. Ia menahan selimut di bagian depan tubuhnya yang telanjang dan membuat punggungnya terbuka. Namun, Vanya tidak peduli. Ia melangkah menuju kamar mandi. Selangkangannya terasa nyeri karena Vanya tidak pernah melakukan hubungan seksual dengan lelaki mana pun yang selama ini mendekatinya. Kenyataan itu membuat Avel merasa senang. Vanya mengingat jelas wajah jenaka Avel saat menggodanya dan mengatakan bahwa dirinya tidak bisa melupakan Avel sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN