Reva yang sedari tadi menunggu di dalam mobil, menatap Laxy yang berlari keluar dengan matanya yang berair. Ia pun bergegas keluar dari mobil dan segera mengejar langkah Laxy. “Laxy. Hei.” Reva mencengkeram lengan mungil itu. Dilihatnya mata Laxy yang memerah dan pipinya yang basah. “Kau baik-baik saja, hm?” Laxy terisak keras. ia tidak tega melihat Laxy seperti itu. Reva mendekapnya erat. “Sshh. Tenanglah, Sayang. Semua akan baik-baik saja.” “Ayo, Tante antar masuk.” Laxy menggeleng. “Laxy benci Mommy! Laxy tidak mau bertemu Mommy lagi. Laxy benci semuanya!” Pria kecil itu memberontak dari dekapan Reva. Reva memang tidak tahu apa yang terjadi, tetapi ia tidak bisa meninggalkan Laxy seperti ini. Sebuah ide terlintas di kepalanya. “Ya sudah. Laxy ikut Tante saja, ya? Mau? Daripada Lax

