“Daddy.” Avel menoleh dan menatap putranya dengan lembut. “Kenapa, boy?” Laxy menunduk sembari memilin tangannya. “Kapan Mommy kembali?” Avel meletakkan koran yang dibacanya. Ia berjongkok di hadapan putranya dan mengelus lembut rambut Laxy. “Mommy akan kembali, Sayang. Percayalah.” “Tapi, kapan, Dad?” Laxy terisak. “Aku merindukan Mommy.” “Berdoalah, Sayang. Semoga Mommy cepat kembali, oke?” Laxy mengangguk pasrah. Bel rumah berbunyi, membuat kedua pria itu menolehkan kepalanya. Penasaran siapa yang bertamu ke rumah mereka. “Donna?” Wanita itu tersenyum. Ia mengangkat bungkusan kecil yang berisi kue cokelat kesukaan Laxy. “Aku membawakan kue untuk Laxy.” “Siapa dia, Dad?” Avel menghela napasnya pelan. “Dia Tante Donna. Teman Daddy.” Avel menatap wanita itu dengan pandangan bert

