Entah sampai kapan Alvin harus duduk termangu seorang diri di warung kopi yang letaknya tak jauh dari gedung indekos yang dihuni oleh Anton. Berulang kali, saking kesal dan bosannya ia duduk sendiri di sana, Alvin pun mengembuskan napas kasar diiringi dengan decakan bernada jengkel. "Keterlaluan si Anton. Ngapain dulu sih dia sampe kelamaan kayak gini. Menurut gue, kalo mau asoy-asoyan sih sekali juga cukup kali. Ini udah dua jam gila! Berapa ronde coba. Kayaknya bengkak tuh anunya si cewek!" desis Alvin menggerutu. Merasa kesal pada teman satu kosnya yang sejak tadi sampai sekarang belum juga memberi kabar kepadanya sehingga Alvin jadi tak bisa pulang sebelum ada komando. Membayangkan jika Anton sedang sibuk bermesraan dengan pacarnya di kamar kos selagi Anton duduk termenung sendirian d

