18. Curahan Hati Nadia

1427 Kata

Tidak tahu bagaimana mulanya dan siapakah yang memulai, yang jelas, kini dua anak manusia itu tengah bertukar air liur dalam pagutan rakus yang tercipta. Setelah melihat Nadia menangis pasca kembali dari menerima telepon, Alvin memang langsung menghampirinya dan melontarkan pertanyaan kepada gadis itu. Tapi, mengingat tidak ada jawaban dari Nadia sendiri, maka refleks Alvin pun malah meraih tubuh ramping Nadia ke dalam dekapannya. Untuk sesaat, mereka hanya terdiam dalam keheningan. Sampai akhirnya, Nadia pun mendongakkan wajahnya dan bertemu pandang dengan sorot mata Alvin yang meneduhkan. Lalu, seakan tak bisa dihindari, bibir mereka pun menyatu. Awalnya mungkin hanya ciuman biasa yang tak memabukkan, tapi lambat laun semua telah berubah. Ketika Alvin mendapat pancingan dari lidah Nadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN