Bab 31

1053 Kata

Rasa nyeri dan pusing datang bersamaan ketika aku membuka mata perlahan-lahan. Seberkas cahaya putih begitu menyilaukan mata, refleks aku menyipitkan pandanganku. Aku mengerang, merasakan ada sesuatu yang menusuk kulitku. Ah, sepertinya aku berada di rumah sakit. Jika dilihat sebuah botol berisi cairan bening menggantung di sisi kiri dengan selang panjang yang mengarah ke tanganku. Lalu seseorang meraih tangan kananku, menggenggamnya dengan erat menyalurkan rasa hangat ke tubuh. Entah kenapa di saat seperti ini yang kuharapkan adalah Sam, memandang wajahnya sekali dan menghirup aroma tubuhnya walau sebentar saja.  Aku menoleh, bayangan lelaki itu semakin lama semakin jelas. Dia adalah Gilbert, melempar senyum tipis dibalik wajahnya yang begitu gelisah. Aku menghela napas, menyadari bahwa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN