Aku kembali ke apartemen bersama Eliza usai dokter mengijinkan pulang. Eliza yang sedang menggendong Elsa nampak begitu terharu melihat apartemen yang dulu menjadi tempat tinggal kami bersama. Dia memutuskan duduk di sofa, menciumi Elsa yang kini tertawa sambil bertepuk tangan. Aku melangkah menuju kulkas, menyiapkan minuman dan mengambil beberapa snack. "Tidak usah repot-repot, Em, kau masih lemah," ucap Eliza. "Tidak apa. Lagipula, kau sudah lama tidak datang ke sini," ucapku menuangkan segelas jus jeruk ke dalam gelas. "Ya, benar." Eliza nampak mengitari sekeliling. "Tidak banyak berubah." "Kecuali kisah penghuninya yang berubah," sahutku mendekatinya sambil membawa gelas dan snack, kemudian menaruhnya di atas meja. Kududukkan diri di sofa, berhadapan dengan Eliza sambil memegangi

