SELAMAT MEMBACA *** Sekar duduk dengan bosan di atas ranjang rumah sakit. Ada jarum infus tertancap di punggung tangannya. Sekar sudah minta pulang sejak tadi baru sadar, namun Ndoro Karso yang duduk di sebelahnya sama sekali tidak mengindahkan permintaan Sekar. Justru seolah tidak menganggap suara Sekar itu ada. "Ndoro, tidak mau pulang?" tanya Sekar pada Ndoro Karso. Sejak tadi sang Ndoro hanya diam sambil terus menatapnya membuat Sekar merasa cemas. Bahkan Sekar sempat berpikir apa jangan-jangan penyakitnya parah dan dia sebentar lagi mati sampai Ndoro memandangnya dengan lekat seolah mengucapkan kata perpisahan. "Ndoro sariawan ya, kok dari tadi cuma diam?" tanya Sekar lagi. "Kalau saya pulang yang jaga kamu siapa Nduk?" Tanya sang Ndoro. "Aku ya ikut pulang. Kok yang jaga sia

