SELAMAT MEMBACA *** Tejo berjalan dengan tergopoh-gopoh membawa dua bungkus es dawet lengkap dengan gelas dan sendoknya dari arah dapur. Rewang setia sang Ndoro itu baru saja pulang menuruti yang katanya ngidamnya Ndoro Putri. "Joooo lamanya Joooo. Anak Ndoro keburu ngeces Jo," ucap Sekar dengan kesalnya sambil mengipas wajahnya dengan kipas bambu di pendopo depan. Dengan wajah kesal Sekar menatap Tejo. Tejo yang mendengar itu hanya bisa menghela napasnya dengan sabar. Bagaimana tidak lama, tukang es dawet yang biasanya mangkal di perempatan jalan entah kenapa hari ini justru keliling sehingga Tejo harus berputar-putar mencari penjual es dawetnya. Saat bertemu dengan penjualnya, Tejo harus rela antri lama dengan para pekerja proyek yang jumlahnya tidak sedikit. Wajar saja jika jadi l

