SELAMAT MEMBACA *** Sekar berkali-kali berusaha memejamkan matanya namun selalu saja gagal. Matanya terpejam tapi pikirannya liar kemana-mana. Entah kenapa tidak ada angin tidak ada hujan dia memikirkan hal yang seharunya tidak dia pikirkan saat ini. Dia sudah berusaha setengah mati untuk mengabaikan semua pemikirannya agar bisa tidur namun tetap saja tidak bisa. Sekar menyentuh perutnya dan mengusapnya dengan lembut. Apakah karena lapar atau bayi di dalam perutnya ini yang ingin begadang. Tapi sepertinya bukan keduanya, Sekar langsung melirik ke sebelahnya memastikan sang Ndoro yang sudah terlelap justru semakin membuat Sekar kesal jika tidak takut dosa rasanya ingin dia tendang Ndoro itu agar jatuh dari ranjang. Tapi nanti jika dia tendang, Ndoro itu jatuh dan sakit pinggang dia juga

