SELAMAT MEMBACA *** Sekar meminum es dawetnya dengan santai sambil memperhatikan Tejo yang sejak tadi mendapatkan ceramah dadakan dari sang Ndoro. Karena sudah bekerja sama dengannya di belakang sang Ndoro. Ndoro tidak marah, dia hanya menegur Tejo. Namun, mendapat teguran dari orang seperti Ndoro Karso yang hampir tidak pernah marah itu lebih menakutkan dengan kemarahan orang yang sering marah. Sejak tadi Tejo hanya menunduk tanpa berani mengangkat kepalanya sedikitpun. Sekar yang melihat itu hanya tertawa prihatin dengan nasib Tejo. "Besok-besok lagi kalau kamu kerja sama dengan Ndoro Putrimu yang nakal ini, minta gajimu ke dia ya Jo." Ucap sang Ndoro dengan nada santainya. Sekar yang mendengar ucapan sang Ndoro langsung mendengus, boro-boro memberi gaji Tejo dia beli es dawet saj

