Pukul lima sore. Ghibran baru saja menapakkan kaki pada lobi perusahaan. Namun, kepalanya terasa berat. Beban kerja hari itu cukup membuat Ghibran pusing kepala. Pria dewasa tersebut beranjak menuju cafetaria. Memesan segelas kopi sebelum beralih berkendara ke rumah. Di sela Ghibran menyesap kopi, seorang wanita menampakkan diri. Balutan pakaian formal dengan rambut tercepol rapi, menjadi pusat perhatian Ghibran. Sedang apa wanita itu kemari? Batin Ghibran tak henti terheran. Gendis baru saja memesan minuman. Beralih menghampiri meja yang ditempati oleh Ghibran. “Apa aku boleh duduk di sini?” tanyanya. Ghibran menghela napas. Sebelum pada akhirnya, ia mengiyakan. Keduanya masih saling terdiam. Mereka bak tak saling mengenal. Namun, setelah kopi Ghibran tersesap habis tak bersisa. Pri

