Gendis baru saja tiba. Kakinya menapak ke ruang tengah. Berpapasan dengan Ghibran dan Bilqis yang baru keluar dari ruang makan. Wajah keduanya tak sumringah. Benar-benar menunjukkan gurat masam pada mimik mereka. “Apa kalian baru saja bertengkar?” Gendis berceletuk sembarangan. Ghibran mengalihkan pandangan. Menggerakkan tungkai menghampiri Gendis. Menatap tajam ke arah wanita yang berhasil memporak-porandakan acara makan malam keluarganya. “Kau! Kau jangan pernah menitipkan putramu pada istriku lagi,” Ghibran berucap. Penuh dengan penekanan kalimat. “Mas, jangan seperti itu,” Bilqis menangkis ucapan Ghibran. Namun, pria itu tak mau tahu. Baginya, kehadiran Akbar bukan menumbuhkan kesejukan. Melainkan, hanya menambah bumbu perdebatan diantara dirinya dengan Ahmad dan Karina. “Mama?”

