Sore itu langit sedikit mendung. Awan menggelap bak siap menurunkan hujan dari balik atmosfer permukaan bumi. Kedatangan Jerry sudah ditunggu oleh Ghibran. Pria tampan itu telah lebih dulu tiba di café pada sepuluh menit yang lalu. Ternyata, mereka sengaja menetapkan janji untuk bertemu. Tak lama kemudian, Pintu kaca sebuah café terbuka. Seorang pria dewasa berambut cokelat baru saja tiba. Jerry mengedarkan pandangan. Mencari sosok Ghibran di seluruh penjuru ruang. Ghibran melambaikan tangan. Tanpa banyak bicara Jerry segera menghampiri posisi Ghibran. “Ngapain sih elo ngajakin gue ketemu di sini? Bukannya ketemu di cafetaria perusahaan lo juga bisa?” Jerry menyapa tak semestinya. Pria itu segera melontarkan pertanyaan yang sempat menjadi sumber kekesalan. Ghibran menautkan jemari t

