Akhir bulan. Satu hari sebelum keberangkatan Ghibran dan Bilqis untuk pergi berbulan madu. Tepatnya, pada hari sabtu. Ghibran terbangun dari tidur, sesaat sebelum adzan shubuh berkumandang. Tentu, Bilqis sudah terbangun lebih dulu. Wanita itu tampak sibuk menyiapkan barang-barang yang hendak mereka bawa saat pergi berbulan madu. “Masya Allah, sayang. Ini masih shubuh, tapi kau sudah sibuk berkemas?” Ghibran berucap. Nada berat pria itu bahkan masih terdengar serak. Bilqis mengulum senyum. Menatap lekat bola mata sang suami yang baru saja mengerjap. “Bilqis excited sekali dengan perjalanan ini, Mas,” sahut wanita itu. Kembali mengarahkan tangan yang semula sibuk merapikan pakaian. Ghibran beranjak dari posisi rebahan. Menghampiri istrinya yang sedang berjongkok dengan dua buah koper b

