Bilqis baru saja menghentikan mobil di halaman parkir butik. Tepatnya, pada pukul sebelas siang. Benar, Bilqis tak datang ke butik di pagi hari, karena hari itu sebenarnya ia sudah mengambil cuti kerja. Hanya saja, masih ada yang harus ia tuntaskan di sana. “Assalamualaikum, Mbak Bilqis,” para pegawai berseru kompak. Mereka mengira, atasan mereka tersebut tak akan berkunjung ke butik hari itu. “Waalaikumsalam,” Bilqis menyahut sumringah. Lalu, menghampiri meja kasir tempat beberapa pegawai berada di sana. “Kok ke butik, Mbak? Luluk kira Mbak Bilqis sudah berangkat berbulan madu?” Luluk bertanya. Melontarkan pertanyaan basa-basi pada atasannya. “Insya Allah, Mbak dan Mas Ghibran baru berangkat esok hari, Luk,” sahut Bilqis memberi informasi. Luluk mengangguk mengerti. Tak lama usai B

