Tak terasa, adzan dhuhur berkumandang. Bilqis segera menunaikan kewajiban. Setuntas sholat, ia belum beralih dari posisi simpuhan. Bilqis ingin memanjatkan doa, agar rumah tangga yang ia jalani bersama Ghibran selalu berada di dalam lindungan. Yah! Semenjak mendapati buket berwarna merah muda, Bilqis selalu memenuhi benak dengan perasaan curiga. Bahkan, ia enggan mengecek secarik kertas yang diselipkan pada bagian dalam rangkaian. Namun, Selepas mengutarakan keluh kesah pada Allah SWT, Bilqis memberanikan diri untuk membuka secarik kertas di sana. Dan, “Seharusnya kau tidak merebut apa yang bukan menjadi milikmu.” Sebuah pesan misterius kembali ia dapati. Sebuah pertanda, jika buket tersebut tak dikirimkan oleh sang suami. Melainkan, oleh seorang wanita yang semula mengirim pesan me

