Beruntung, Ponsel Cindy berdering. Seorang pria, yang semula mengantarkan Cindy ke rumah Karina dengan menggunakan mobil mewah, tampak sedang menginginkan sang wanita untuk kembali hadir di sisinya. Ih! Om ini, benar-benar tak bisa jauh dariku sama sekali. Cindy membatin sembari menyeringai di wajah. Dan, “Maaf nih, Pak. Saya tidak jadi ke butik istrinya Ghibran. Lebih baik, Bapak memanggilkan taksi saja untuk saya,” Cindy berujar. “Ba-baik, Mbak.” Ujang bernapas lega. Setidaknya, ia tak perlu repot-repot untuk mengantar sosok wanita yang tidak ia kenal tersebut. ****** Sore hari telah tiba. Ghibran tampak turun dari dalam mobil. Pria tampan itu masuk ke dalam butik milik Bilqis teruntuk kali kedua. Seluruh pegawai Bilqis tak henti memandang wajah Ghibran yang terpahat sempurna.

