Pukul dua dini hari. Ponsel Ghibran berdering. Layar pada ponsel terus menyala tanpa henti. Memaksa Bilqis terbangun dari tidur. Tanpa ragu, wanita yang baru saja mengerjap mata itu segera mengecek ponsel suaminya. Nama seorang wanita tertera di sana. Yah, nama Raras -sekretaris Ghibran. Netra Bilqis melirik ke arah Ghibran. Suaminya yang tampan itu sedang tertidur pulas. Tak ada niat hati untuk membangunkan pria itu. Bilqis tak segan. Suaminya tampak kelelahan. Sialnya, dering ponsel terus berbunyi. Memaksa Bilqis menggeser tombol menjawab panggilan. “Assalamualaikum..” Bilqis menyapa, tak lupa menggigit bibir bawah. Sebenarnya, wanita itu sempat curiga. Mengapa seorang perempuan menelepon suaminya malam-malam? Bilqis tahu, Raras adalah sekretaris Ghibran. Namun, tetap saja ia meras

