Sesampainya di mall, Ghibran menuju sebuah restoran lebih dulu. Tentu, agar jam makan malam mereka tak terlampau larut. Mengingat Bilqis harus mengisi perut di waktu yang tepat. Hidangan asia tetap menjadi menu andalan keduanya. Usai menuntaskan makan, mereka menaiki lantai demi lantai. Hiruk pikuk di dalam mall tak kalah ramai dengan suasana di jalanan. Tak lama kemudian, netra Ghibran mendapati sebuah toko perabotan yang ia cari. Toko perabotan terlengkap dengan desain memadai. Langkah demi langkah membawa sepasang suami istri itu menjelajah seisi toko. Bilqis tak henti memilih satu per satu perabotan yang ia inginkan. Sementara itu, Ghibran sepenuhnya mempercayakan pilihan tersebut pada sang istri. “Mas, Bilqis takut salah memilih. Bilqis kan baru sekali saja berkunjung ke rumah ba

