Tak terasa hari telah berganti sore. Hari yang panjang telah digantikan oleh senja yang indah. Seperti biasa, mobil Bilqis sudah lebih dulu terparkir di halaman rumah. Namun, kali itu ada yang berbeda. Jika biasanya sepulang bekerja, Bilqis menghampiri Minah, membantu pelayan di rumah untuk memasak, khusus hari itu tidak. Bilqis tak melakukan rutinitasnya. Sebelum pulang dari butik tadi, Ghibran mengirimi Bilqis pesan. Sebuah pesan untuk mengajak sang istri makan malam bersama di luar. Tak sekedar untuk menghabiskan malam berdua, melainkan juga untuk berjalan-jalan mencari perabotan. Membeli barang-barang baru untuk mereka jadikan isi perabotan di hunian pribadi keduanya. Yah! Benar, meski rumah yang Ghibran dirikan sudah jadi, namun pria itu memilih agar sang istri saja yang mengatur s

