Bilqis sedang menunggu Karina. Wanita paruh baya itu sibuk mengobrol dengan Ahmad. Sementara itu, Gendis baru saja melangkah keluar dari dalam restoran. Netra Bilqis tak sengaja bertatap dengan Gendis yang kebetulan melempar senyum kepadanya. Gendis menoleh sejenak. Melihat Karina masih berinteraksi dengan Ahmad. “Apa kau menunggu ibu mertuamu?” Gendis bertanya. “Be-betul, Mbak. Apakah Mbak Gendis ingin Bilqis antar sekalian?” Bilqis menawarkan. Gendis memang jarang mengendarai mobil sendiri saat berpergian. Bilqis hafal betul, karena setiap Gendis berkunjung ke Butik Khumairroh, Gendis selalu turun dari kendaraan online yang berganti-ganti. “Tidak perlu, aku baru saja memesan kendaraan online,” Gendis menyahut. Memperlihatkan layar ponsel yang menyala. Bilqis membalas dengan senyum

