MAAFKAN AKU

1127 Kata

Meski sempat tersenyum karena ucapan Khadijah yang menenangkan. Namun, tak dapat Bilqis pungkiri, rasa khawatir menyelimuti diri. Sembari makan kue pemberian dari Khadijah, Bilqis sibuk menggulir tablet kerja. Melampiaskan rasa cemas di dalam d**a. Benar, itulah yang kerap Bilqis lakukan untuk melupakan rasa gundah. Sebuah rancangan pakaian terukir di dalam layar. Garis demi garis yang Bilqis gambar, membuatnya teringat pada pakaian yang hendak ia beri pada Ahmad dan Karina. Bilqis berjalan keluar dari dalam ruangan. Menghampiri ruang jahit. Sebuah ruangan yang tak pernah henti membunyikan pintalan demi pintalan benang. Memekikkan suara mesin jahit yang terus bersahut-sahutan. Mengeluarkan bunyi dari goresan gunting tajam. Yah! Semua itu rutinitas sehari-hari yang tak mungkin Bilqis lew

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN