GAGAL LAGI?

1166 Kata

Hari Senin. Pagi ini adalah hari pertama usai Ghibran dan Bilqis menuntaskan agenda berbulan madu. Hari yang seharusnya mengukir memori indah nan baru. Namun, realita tak sesuai ekspektasi. Alih-alih dipenuhi hati bersuka cita, Bilqis justru memenuhi hati dengan perasaan sedih. Sementara Ghibran? Ah, pria tampan itu belum tahu akan kenyataan yang baru saja menghampiri mereka. “Sayang? Pukul berapa kau bangun? Apakah kau sudah sholat shubuh lebih dulu?” Ghibran bertanya. Mengusap mata yang baru mengerjap dua detik yang lalu. Menatap samar jam di dinding. Jarum panjangnya, kini berada di angka sepuluh. Yah! Pagi itu Ghibran terlambat bangun shubuh. Tepatnya, pria itu terbangun pada pukul empat pagi lewat lima puluh menit. Tanpa memberi sahutan atas pertanyaan Ghibran, Bilqis segera meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN