Ghibran menuju kamar. Membuka daun pintu dengan perlahan. Sang istri masih memejamkan mata di atas ranjang. Pria itu menatap jam pada dinding kamar. Pukul sembilan malam. Satu jam berbincang dengan Ahmad, membuat Ghibran terlambat menunaikan sholat isya. Lima belas menit kemudian, kalimat salam terucap. Ghibran beralih dari atas sajadah. Menghampiri sang istri yang masih belum terbangun juga. “Apa aku biarkan saja Bilqis beristirahat? Tapi, ia belum menunaikan sholat isya, belum makan malam juga,” Ghibran bergumam. Menggaruk singkat dahi yang berkerut bimbang. Pada akhirnya, pria itu memilih membiarkan sang istri beristirahat. Sementara dirinya, beralih tidur di samping ranjang yang masih menyisahkan ruang. Bola mata Ghibran terpejam. Pria itu sengaja tidur lebih cepat. Aktivitas snor

