HATIKU TERCABIK

1108 Kata

Ghibran melongo. APA? Bilqis hendak meracuni Mama? Kemudian, “Yang benar saja, Ma. Bilqis takkan melakukan hal seperti itu,” Ghibran menyahut santai. Sesaat usai menyimpulkan ucapan sang ibunda, yang kerap mengadu yang tidak-tidak. “Mama ini ada-ada saja.” Kali itu, sang pria menghampiri posisi sang ibunda. Mencium tangan kanan wanita paruh baya tersebut dengan takzim. Tak lupa beralih mendaratkan kecup pada kening Bilqis. Issh! Karina spontan berdesis. Sungguh, ia enggan menyaksikan Ghibran berperilaku lembut pada wanita muda yang tak ia suka. Lalu, Ghibran mengedarkan pandangan menuju sisi nakas. Mendapati sebuah mangkuk khas rumah sakit. Kemudian, ia meraih mangkuk berisi bubur di sana. “Mari, Ma. Biar Ghibran yang menyuapkan bubur ini untuk Mama. Ghibran akan membuktikan, ji

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN