Ghibran baru menuntaskan pekerjaan. Adzan dhuhur berkumandang. Pria itu segera beralih dari dalam ruangan. Berjalan menuju musholla. Menunaikan sholat dhuhur yang sudah waktunya tiba. Usai menuntaskan sholat, ponsel Ghibran bergetar. Nama Bilqis tertera di dalam layar. Membuat Ghibran spontan merekahkan senyuman. “Assalamualaikum, istri Mas yang cantik.” “Masya Allah, Mas. Waalaikumsalam, apakah Bilqis mengganggu pekerjaan, Mas?” “Tentu tidak dong, sayang. Mas baru saja menuntaskan sholat dhuhur. Ini kan masih jam istirahat. Ada apa?” “Begini mas, hari ini Bilqis tidak bisa menjemput Mama. Kebetulan Bilqis tadi pagi diantar oleh Papa. Dan, setelah ini janji temu Bilqis dimajukan. Jadi..” Bilqis menghentikan kalimat. “Sebentar-sebentar, maksud kamu tadi pagi Papa mengantarmu bekerja?”

