Suasana riuh terdengar saling bersahut-sahutan. Tawa merekah bak bunga di taman yang Ghibran dirikan. Sebuah taman kecil yang akan menjadi tempat persinggahan dua insan, saat mereka butuh kesejukan. Ghibran berjalan memasuki pintu ruang tengah. Membuat semua tamu undangan yang hadir terperangah. Ditemani seorang wanita berbalut pakaian seragam, Ghibran terlihat lebih tampan dan bersahaja. Tepatnya, pada hari Minggu pagi, pukul sembilan tepat. Acara syukuran atas kepindahan sepasang suami itu berhasil dilaksanakan. Seorang ustadz yang Ghibran datangkan, menjadi titik pusat. Usai menuntaskan sedikit ceramah perihal pernikahan, doa serta syukur segera dipanjatkan. Kalimat Aamiin terdengar diucap oleh para hadirin dengan kompak. Ghibran merekahkan senyum. Menatap sang istri dengan penuh gu

