Enam hari lima malam. Tak terasa momen indah berbulan madu Ghibran dan Bilqis segera usai. Mereka harus pulang ke rumah; di satu hari sebelum kepadatan kerja kembali menyapa. “Sayang, hari ini haruskah kita pergi snorkling?” Ghibran bertanya. Ingin menepati janji yang sudah ia buat. Bilqis mendecap bibir. Raut di wajah tampak sedang berpikir. “Bilqis ingin sekali ber-snorkling, tapi itu pun jika Mas Ghibran tidak lelah.” Ghibran beralih dari posisi rebahan. Pria itu memeluk tubuh sang istri yang sedang duduk di tepi ranjang. “Bagaimana aku bisa lelah? Jika setiap hari saja kau selalu melepas hormon oksitosin dan endorfinku ini,” sahut pria itu. Sesekali menjamah leher sang istri dengan bibir. Bilqis tersipu malu. Memang benar, mereka berdua selalu rutin berhubungan semenjak kali per

