CINTA BELUM KELAR

1189 Kata

Ghibran baru saja membuka pintu mobil untuk Bilqis. Siang itu, keduanya baru tiba di sebuah restoran. Restoran sederhana yang mereka temukan di dekat Perusahaan. Beberapa pasang mata sempat menyorot pada sepasang suami istri itu. Para wanita berpakaian formal, seraya mengenal sosok pria yang baru menjejalkan p****t di sana. Lagi-lagi, mereka berbisik. Sementara itu Bilqis menghela napas. Setiap kali berjalan bersama Ghibran, para wanita tak henti menjadikan Ghibran sebagai pusat perhatian. “Kau kesal ya, sayang?” Ghibran berbisik. Memahami situasi dan kondisi di sana. Bahkan, pria itu hendak beranjak dari duduk. Membatalkan agenda makan siang jika sang istri tak merasa nyaman. Bilqis menyipitkan mata. Lalu, kembali tersenyum ramah. “Biarlah, Mas. Sepertinya Bilqis memang harus membias

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN