Seorang wanita baru saja menghampiri Butik Khumairroh. Wanita itu berbalut pakaian kasual. Setelan dress dengan tinggi selutut menjadi titik pandang. Membuat Bilqis sempat pangling pada penampilan wanita yang ia kenal. “Anda Raras, kan?” Bilqis menyapa. “Benar, rupanya kau tahu siapa aku ya, Bilqis,” Raras menyahut. Tak ada gurat sungkan di wajah. Berbicara nonformal meski baru berjumpa untuk kali pertama. “Tentu saja saya tahu. Anda itu sekretaris Mas Ghibran di kantor,” Bilqis menyahut. Memasang senyum dengan sedikit terpaksa. Memori perihal kejahilan Raras waktu itu masih terngiang jelas. Maka dari itu, bagaimana mungkin Bilqis melupakannya, bukan? Bahkan, Bilqis sudah memasukkan Raras ke dalam daftar wanita yang pernah menggoda Ghibran. Kedua wanita itu masih saling memandang dala

