Nesya baru saja sampai di kamar kesayangan, belum sempat mandi karena masih merebahkan diri ke kasur empuk yang seolah memiliki rem perekat sampai enggan beranjak. "Jangan merem," gumamnya mengingat hari sudah sore, mamanya akan menasihati panjang lebar kalau anaknya tidur menjelang magrib paling parah mengguyur dengan air kamar mandi, beruntung bukan air bekas mandi orang. Iya, hari ini Nesya memutuskan pulang ke rumah karena mamanya terus meneror agar tidak lupa alamat rumah. "Nes, udah mandi belum?" Suara mamanya terdengar dari balik pintu. "Bantu mama potong-potong ayam atau iris bawang ya." Nesya berguling ke sisi kiri, sekarang yakin kalau mamanya tidak sungguh-sungguh merindukan anak sulungnya. Dia kira pulang akan disuguhi macam-macam makanan, dibuatkan puding, disediakan air

