Nesya menarik napas dalam-dalam, berusaha terlihat baik-baik saja sepedas apa yang diucapkan sang mantan. Sekarang nilai untuk Elvan berkurang dan point untuk Glen melejit. Tidak ada ruginya datang ke sini membuat Nesya lebih mantap akan mempertimbangkan tawaran Glen. "Mbak Nesya?" Kayla membuka mata perlahan, sedikit terganggu oleh suara sang kakak. Saat menoleh, ekspresinya berubah cerah menemukan perempuan yang ditarget sebagai ipar sudah datang. "Kamu udah bangun, Kay?" Dengan satu gerakan Nesya bangkit dari kursi serta berjalan ke dekat ranjang pasien. Dan Elvan langsung berdiri, bahunya sempat bersentuhan dengan sang mantan membuat dirinya mengerti debaran berisik jantungnya belum berubah. "Sori, Mas," ujar Nesya masih sama-sama deg-degan. Tahan, Nesya. Jangan kebawa suasana

