Starbucks

1087 Kata

Nesya : Hari ini aku pulang malam, Mas. Nesya membuka chat room bersama kontak yang baru diganti namanya seminggu lalu, setelah penentuan hari pertunangan. Detik ini Nesya masih diliputi keraguan tidak menyangka dengan skenario Tuhan yang di luar dugaan. Dulu, dia memuja pesona Glen mati-matian, tetapi bernasib miris selalu terabaikan, sekarang dia masih dilema, justru dipersatukan. Mas Glen : Oke. Bibir Nesya mengerucut. Nesya : Kurang singkat. Lalu sederet emoticon tertawa muncul ke layar ponselnya. Mas Glen : Maaf, Sayang. Ini lagi di jalan. Satu lagi keuntungan dari meningkatnya status, Glen sudah mau memanggilnya Sayang, membuat pipi Nesya sering merona merah. Nesya : Aku mau ke Starbucks sama Almira. Mas nggak perlu balas nanti nabrak orang, aku ikut pusing. Gadis it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN