Penuh Kejutan

1042 Kata

Sudah setengah jam Nesya berada di taksi, dia buru-buru menyambar tas begitu tidak menemukan jejak Glen di sekitar Starbucks. Dia meninggalkan Kayla yang memasang ekspresi cemberut serta menolak tawaran Elvan mengantar pulang. Maaf, Nesya merasa akal sehatnya masih jalan kalau menerima tawaran Elvan sama saja bunuh diri. Almira masih sibuk menikmati momen pendekatan yang super express bersama laki-laki berkemeja dark grey saat Nesya keluar dari Starbucks tanpa repot-repot pamit pada sobatnya. Nesya mengalihkan pandangan ke jendela mobil menatap jalanan kota Jakarta dengan padat kendaraan. Dia gelisah chatnya belum dibalas. Selama ini Glen bukan tipe orang yang mudah terpancing emosi, tetapi Nesya belum bisa tenang. Sampai di apartemen Nesya berjalan cepat menggunakan sepatu hak tingg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN