"Mbak, benar enggak ikut ke rumah. Nggak kangen sama masakan mama apa?" tanya Kayla yang sudah bersiap-siap pulang. Nesya meringis, dia memang merindukan masakan dengan kelezatan sempurna racikan Aira, tetapi akal warasnya masih jalan mengingat hari Sabtu ada kemungkinan Elvan ikut makan siang di rumah. "Lain kali aja, ya," ujarnya menolak secara halus selagi mengantar sampai pintu. Bibir Kayla mengerucut. "Lain kalinya kapan nih? Aku tahu Mbak menghindar karena pisah sama mas Elvan, tetapi ya Mbak mama udah sayang kayak ke anak sendiri. Cukup hubungan sama mas Elvan saja yang berakhir, kalo ke keluarga jangan ya, Mbak." Nesya mengangguk ragu, dia belum tahu akan bersikap seperti apa ke depannya. Rumah dua lantai yang mempunyai taman cantik di samping rumah serta teras penuh pot-po

