Mama Aira

1528 Kata

Aira sedang memotong daun-daun yang sudah menguning di pot-pot besar depan rumah, tanaman yang selalu dirawatnya dengan telaten. Wanita setengah baya itu tersenyum melihat mobil anaknya berhenti di halaman dan pemiliknya turun bersama gadis cantik. "Ma? Kayla belum pulang?" Elvan menghampiri mamanya, sedangkan perempuan itu meletakkan gunting dan bergerak ke keran air untuk mencuci tangan. "Belum, katanya baru balik sore." Elvan mendengar rencana adiknya akan berkunjung ke apartemen Neysa, bahkan berkali-kali merajuk minta diantar ke sana. Jelas Elvan menolak mentah-mentah melihat sikap Nesya kemarin sudah membangun dinding pembatas. Sekarang Elvan sadar akan sulit mendapat kepercayaan dari mantannya lagi dan dia tidak mau mengemis-ngemis. "Pagi, Tante," sapa Esha sopan seraya menciu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN