Elvan memasuki sebuah restoran, menemui perempuan yang tiba-tiba mengirimkan pesan setelah bertahun-tahun lost kontak. Entah dari mana mendapatkan nomornya, atau pertanyaannya kenapa dia datang memenuhi permintaan Esha Lateshia. "Apa kabar?" tanya perempuan itu begitu Elvan duduk di depannya dibatasi satu meja tanpa mengatakan apa-apa. "Baik." Esha mengangguk-angguk, mengaduk smoothies di gelas seraya tersenyum pahit. "Maaf dulu aku pindah dan menghilang dari hidup kamu tanpa mengatakan apa-apa. Ayahku---" "Enggak perlu dibahas, udah lama juga, 'kan?" Esha mengela napas perlahan. Dia pernah melihat foto mantannya bersama perempuan lain dikirim teman lama. Ditatapnya lamat-lamat laki-laki tampan yang mengenakan kemeja putih digulung sebatas siku, dasi sudah longgar, dan ekspresinya te

