Emily bergabung duduk dengan Martha di ruang tengah rumah mereka. Ibunya itu tengah menonton televisi sambil melipat pakaian. Emily turut memperhatikan serial drama yang sedang ditonton ibunya meski tidak mengikuti jalan ceritanya. “Sebentar lagi kamu akan meninggalkan rumah ini,” gumam Martha. Suaranya bergetar. Matanya masih lekat di layar televisi sementara tangannya pun masih sibuk melipat-lipat pakaian. Luar biasa bagaimana Tuhan menciptakan perempuan. Setiap anggota tubuh mereka dapat melakukan kegiatan yang berbeda dalam satu kesempatan. “Rumah Andromeda hanya tiga puluh menit dari sini. Aku bisa mengunjungi Mama kapan saja,” timpal Emily, enggan menatap wajah ibunya. Dia tahu wanita paruh baya itu sedang berupaya menahan gejolak di dalam dadanya. Gejolak yang sama yang tengah di

