Rumor

1091 Kata
              Sepertinya niat Andromeda untuk menemui Martha dan melamar Emily tidak akan pernah terlaksana karena wanita itu sudah lebih dulu mendatangi rumah kediaman keluarga Jocom setelah menampar putri sulungnya.             “Tidak tau malu!” Kemarahan jelas terpancar di kedua mata Martha. Majalah gosip yang diremasnya di tangan adalah penyebabnya. Emily Andris, Keponakan Supir yang Diduga Mengincar Harta Jocom. Gadis Muda ini Mendekati Andromeda demi Status. Ini Bukan Kisah Cinderella. Ini Jelas Penipuan. Tajuk berita di berbagai media hari itu sudah cukup menggerakkan langkah kaki Martha mendatangi bioskop tempat Emily bekerja dan tanpa tedeng aling-aling menampar pipi putrinya itu hingga beberapa pengunjung yang sedang mengantre untuk membeli tiket terperangah. Dia tidak pernah menyakiti Emily sebelumnya. Hidup sudah cukup membawa penderitaan bagi anak-anaknya, untuk itu dia senantiasa berusaha bersikap lemah lembut pada Emily dan Reinal. Namun tidak untuk hari ini. Harga dirinya sebagai seorang ibu tercabik-cabik. “Ma, aku bisa jelaskan semuanya,” Emily mendesis. Enggan menjadi tontonan. Seli yang hari itu juga bertugas di bagian ticketing hanya bisa memandang prihatin. Tidak tahu harus berbuat apa untuk menolong sahabatnya. “Aku tidak butuh penjelasan darimu. Biar Christof yang menjelaskan!” Setelah mengatakan itu Martha berbalik pergi tanpa menghiraukan teriakan Emily yang terus memanggil-manggil dirinya. Hal itulah yang membawa Martha menemui Christof di rumah keluarga Jocom setelah sebelumnya mendatangi rumah Christof dan pria itu tak ada di sana. “Belum pulang. Katanya tadi mau mengantar Tuan Andromeda dulu ke rumah,” Rosi, istri Christof, menjelaskan. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 ketika Martha tiba di depan gerbang rumah keluarga Jocom. Kepada satpam yang berjaga, dia mengatakan ingin menemui Christof, adiknya. Christof muncul dengan tatapan heran mendapati Martha ada di sana. Dia baru saja menurunkan Andromeda di depan rumah. “Ada apa Martha?” Begitu gerbang dibuka, Martha tak menunggu lama lagi untuk segera menerobos masuk dan memukuli Christof dengan majalah yang digenggamnya. “Kurang ajar! Kau benar-benar menjual Emily padanya?” “Aww…aww…!” Christof mengadu kesakitan sambil mencoba menangkis setiap pukulan yang dilancarkan Martha. Ketika mendapatkan momentum untuk merebut majalah yang digunakan Martha untuk menghajarnya, dia benar-benar tercekat. Ada foto Emily di sampul depannya dengan judul berita yang Christof rasa menjadi penyebab kedatangan Martha kemari. “Mana dia? Mana pemuda sialan itu!” Martha meremas kerah kemeja Christof. “Mak…maksudmu, Tuan Muda Andromeda?” Christof tidak berani memandang langsung mata adiknya, “Martha, aku bisa menjelaskan semuanya.” “Apa! Apa yang mau kau jelaskan?” Martha menantang. “Kau membuat putriku dihina seperti ini. Emily anak baik-baik. Dia tidak mungkin mendekati Andromeda hanya untuk mengincar hartanya. Ini semua pasti ulahmu!” Christof segera menggeleng, “Aku tidak tahu apa-apa. Tapi, cobalah tenang dan dengarkan aku. Tuan Muda Andromeda serius dengan pernikahan ini. Dia akan datang melamar sebentar lagi.” Martha mengernyitkan keningnya, “Andromeda dan Emily tidak saling kenal. Lalu apa kira-kira alasannya dia tiba-tiba mau menikahi Emily? Memangnya tidak ada perempuan lain di dunia ini selain Emily?” “Astaga. Memangnya kenapa kalau itu Emily? Harusnya kamu bersyukur. Tuan Muda bahkan sudah melunasi hutang-hutang yang ditinggalkan Irfan padamu!” Kedua bola mata Martha membelalak. Jadi benar dugaannya bahwa Christof menjual Emily pada orang kaya ini demi melunasi utang-utang mendiang suaminya. Tidak masuk akal. “Biarkan aku menemui b******n itu!” Martha bergegas berlari menuju pintu utama. “Hei! Martha! Apa yang akan kau lakukan?” Christof segera berlari menyusul Martha, namun wanita itu, entah bagaimana, berlari sangat cepat dan telah sampai di pintu utama. Dia mendorong pintu yang ternyata tidak terkunci itu dan meneriakkan nama Andromeda. “Andromeda! Keluar kau sialan!” Martha mengumpat. Andromeda yang saat itu sedang duduk di ruang tengah menemani Nyonya Sofia minum teh terperanjat. “Ada apa ini Andro?” Nyonya Sofia tampak panik. “Oma tunggu di sini. Aku akan melihat ada apa di depan.” Andromeda beranjak dan menuju sumber suara. Sementara Nyonya Sofia yang merasa cemas gegas pula menyusul cucunya itu. “Nah. Sudah datang pemuda b******k ini.” Martha menatap Andromeda dengan nyalang begitu pemuda tersebut muncul. “Maaf, tapi Anda siapa?” Andromeda belum mengerti situasi yang terjadi. Martha maju mendekati Andromeda dan tanpa ragu menampar pipi kiri pemuda itu. Tepat di saat itulah Nyonya Sofia dan Christof muncul di sana menyaksikan semua adegan yang terjadi. “Aku tidak akan pernah menjual Emily padamu!” Martha berseru dengan penuh penekanan.             Andromenda menaikkan kedua belah alisnya saat menyadari siapa gerangan lawan bicaranya ini. Diakah Tante Martha, ibunya Emily?             Christof yang menyaksikan semua kejadian itu bergerak maju dan membungkuk di depan Andromeda, “Saya minta maaf atas kelancangan adik saya, Tuan Muda.”             “Untuk apa minta maaf!” Martha menyela. “Mentang-mentang dia orang kaya, bisa berbuat seenaknya pada kita?”             Christof berbalik menatap wjaah Martha, “Martha sudahlah. Ini semua salahku. Ayo kita pulang. Aku akan menjelaskan semuanya di rumah.”             Martha menepis lengan Christof yang mencoba menenangkannya. Dia merebut kembali majalah dari tangan Christof dan melemparnya dengan keras ke wajah Andromeda, membuat Christof terkejut setengah mati, “Kami memang orang miskin. Tapi kami punya harga diri yang tidak bisa kau beli berapa pun harganya.”             Andromeda tidak memberikan reaksi apa-apa dengan semua perlakukan yang Martha berikan padanya. Begitu juga Nyonya Sofia yang mengamati dari sisi lain ruangan.             “Martha, sudahlah. Kau membuatku malu,” Christof mendorong tubuh Martha yang masih saja berusaha melepaskan diri.             “Soal uang yang kau berikan untuk melunasi hutang suamiku, akan aku kembalikan semuanya. Aku tidak butuh!” Martha berseru kesal sebelum Christof akhirnya berhasil membawanya keluar dari rumah keluarga Jocom.             Plak! Begitu Martha dan Christof menghilang dari hadapan Nyonya Sofia, wanita itu menghampiri Andromeda dan menampar pipi cucu semata wayangnya itu. “Sudah kubilang bersikap baiklah pada orang lain tanpa memandang siapa mereka.” “Oma, aku….” Andromeda mengusap pipi kirinya yang tampaknya sedang sial karena hari ini mendapatkan dua tamparan beruntun.             “Orang seperti mereka, tidak memiliki apa-apa selain harga diri. Kalau itu pun kau rampas, bagaimana mereka melanjutkan hidup?” Nyonya Sofia memotong ucapan Andro, “Cepat bereskan semua masalah ini sebelum bertambah parah!”             Setelah mengatakan itu, Nyonya Sofia berbalik meninggalkan Andromeda di sana. Pemuda itu menarik napasnya dalam-dalam dan mengembuskannya dengan berat. Kenapa semuanya jadi kacau begini? Andromeda sudah akan berbalik namun menyadari sebuah majalah yang tergeletak di ujung sepatunya. Majalah yang tadi dilemparkan oleh Martha ke wajahnya. Andromeda meraih majalah itu dan terkejut mendapati tajuk berita pada sampul depan. Emily Andris, Keponakan Supir yang Diduga Mengincar Harta Jocom. Andromeda meremas majalah itu dengan kekesalan yang sudah sampai di ubun-ubun. “b******k!” umpatnya. Siapa yang telah menyebarkan rumor seperti ini? []
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN