“Em, Emily.” Seli menyikut pinggang Emily yang pagi itu sibuk menata gelas-gelas soda di pojok concessions. “Apa sih? Emily enggan menggubris sahabatnya itu, “Kalau ada wartawan bilang aku tidak masuk.” “Bukan!” Seli mendesis. “Ini, ada Pak Direktur. Eh, Pak CEO.” “Apa!?” Emily terkejut dan refleks berbalik badan. Seketika itu juga matanya menumbuk mata Andromeda yang tersenyum tipis. “Karena kau menolak ajakanku dinner, kalau begitu kita nonton saja di teater 3. Aku tunggu di dalam.” Andromeda tidak mengizinkan Emily untuk mengucapkan satu patah kata pun. “Oh, ya. Tidak perlu bawa baki jualan lagi karena tidak ada orang di dalam. Tapi aku minta satu popcorn medium. Yang asin.” Setelah mengatakan itu Andromeda berbalik dan pergi menuju ke ruang teater 3 membiarkan Emily berdiri di t

