Part 18 : Dukungan dan Tentangan

1850 Kata

  Hening. Suasana unit apartemen itu diselimuti keheningan setelah kejadian tidak senonoh itu tanpa sengaja ketahuan. Kayana menundukkan kepala dengan kedua tangan berkeringat dingin saling bertautan. Takut sekaligus malu. Ia masih tidak menduga, akan datang seseorang di tengah kegiatan mereka memadu kasih.   “Pa jangan menatap Kay begitu.” Ujar Jaden seraya merangkulnya, “Papa seperti ingin memakan Kay saja.” lanjut Jaden lalu mengelus lengannya perlahan.   Kayana menggigit bibirnya gugup, dengan sesekali mencuri pandang ke arah anak dan ayah itu secara bergantian. Takut-takut kalau Jatmiko tidak suka padanya atau memandang hubungannya dan Jaden aneh. Ngeri bukan kalau ternyata mereka tidak direstui setelah ketahuan berbuat yang tidak-tidak?   Jatmiko menghembuskan napas lalu terke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN