Almira menatap Adrian yang memberinya tatapan intens, perempuan itu menghembuskan napas pelan kemudian menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa. “Aku di sini untuk mendengarkan ceritamu Kak. Bukan untuk melihatmu melamun dalam begitu.” Tegas Adrian. “Darimana aku harus bercerita Adrian?” “Semuanya. Kapan Kak Mira membatalkan perjodohan itu dan kenapa?” “Satu tahun yang lalu, setelah Kak Jaden pulang dari Korea. Saat itu aku juga mengajakmu untuk makan malam bersama Kak Jay tapi kamu menolak. Kamu lupa?” Adrian menggeleng kecil. Ia ingat betul satu tahun yang lalu Almira memang mengajaknya makan malam ketika ia sedang sibuk-sibuknya mengurus awal semester kuliahnya. Ia juga ingat betul bagaimana perasaan marahnya tumbuh ketika Almira mengatakan ingin mengadakan ma

