Part 47 : Perasaan Kayana Kayana terperanjat. Kelopak matanya seketika terbuka dengan napas tersengal. Setelah itu ia menoleh ke kiri, kemudian memeluk tubuh lelaki yang berada di sampingnya itu dengan cepat. Membenamkan kepalanya di ceruk leher lelaki itu, menghirup aromanya dalam, memenuhi sela-sela rongga dadanya. “Kay... kenapa hey?” Kayana menggeleng kecil, setelah itu mendongak sesaat menatap Jaden, lelaki yang tengah berada di samping kirinya. “Aku tertidur ya?” “Hm.” Jaden mengangguk kecil seraya mematikan tablet PC di tangannya. Helaan napas panjang Kayana terdengar, setelah itu Kayana kembali membenamkan kepala di ceruk leher Jaden, seraya menarik napas panjang dengan kedua tangan yang memeluk leher lelaki itu erat. “Aku kira aku hanya bermimpi.” Ja

